• 20th September
    2014
  • 20

Gila!

Mengapa? Tanyamu. Saya diam sebentar, lalu tertawa.

Ya, saya cukup gila. Tapi kegilaan saya yang membuat kamu tetap berada di dekat saya hingga selama ini. Saya gila dan kamu tahu itu.

Kamu pun cukup gila untuk menanyakan mengapa. Mengapa kamu bertanya ‘mengapa’ padahal kamu tahu saya mengapa.

Gila.

Kita memang pasangan gila.

Tapi tidak saling melengkapi jika gila sama gila bertemu. Gila dan waras, baru pas.

Kamu sudah tahu mengapa tetapi tetap bertanya mengapa. Itu alasannya. Kita sama-sama gila. Tidak bisa bersama.


Saya selalu menginginkan hidup yang seimbang. Kamu tahu mengapa.

Jadi menjelajahlah. Jangan tanya lagi mengapa.

  • 15th September
    2014
  • 15

Unusual Curhat Session with My Very Best Friend

Last night I had a-deep-but-not-too-deep conversation with my best friend since high school. I knew that he’s surprised when I suddenly told him about -well, let’s say- my ‘interesting’ secret story. I also told him my biggest worry in life. Then he asked why I never told ‘this story’ to him and I just laughed. I never thought I could share my deepest feeling to someone. But last night… I did it.

Sharing your problem surprisingly can make you feel relief. It feels like finally my world can rotate freely without any obstacle. I can breathe easy. Because finally I can let these-complicated-thoughts out.

So here is my suggestion for you: tell your problem to your closest ones. Don’t keep it alone. Never.

You know, I’m not that religious person but I always believe that God will never test us beyond our ability. I completely believe it.

If you get a problem, just face it, and endure it. And don’t forget to smile, no matter how hard your life is or how heavy your problems are. It’s really a waste to fill your life with complaining.


What doesn’t kill you makes you stronger, right?

  • 3rd September
    2014
  • 03

Morning Message

Hey,

You have to know that you are more than ordinary. So, let him go. Let him -who treats you like you’re ordinary- step away from your life. You deserve someone better. Because you’re special. Too special for someone like him.

One day… you’ll meet him - the one you always dream for, the one who really really cares about you, the one who treats you like you are his whole world.

So, let’s move on. And live your life.


Cheers,
Your closest friend… ever.

  • 9th July
    2014
  • 09
  • 22nd June
    2014
  • 22
  • 14th June
    2014
  • 14

Just Wondering

I think a lot, I mean A LOT, when I’m alone. And it’s the main reason why I can’t sleep at night. Tonight, this question keeps popping up in my mind:

"What if I never worked at CB Channel?"

Well, I’m just wondering. Because that’s a place where this crazy thing began.

  • 11th June
    2014
  • 11

Halo, Teman.

Dear temanku dan temanku,

Benar. Hidup seringkali terasa begitu berat hingga kamu merasa seperti terikat dan tidak bisa bergerak. Hingga kamu merasa seperti kekenyangan, lalu mual, dan ingin muntah.

Muntahkan saja. Haruskah kamu menahan racun dalam tubuhmu? Ah, itu sama saja seperti bunuh diri.

Dear temanku dan temanku,

Hidup itu pilihan, teman. Kamu bebas memilih jalanmu, begitu pun aku. Kamu mungkin memilih jalan yang salah saat ini. Tapi selalu ada jalan kembali. Selalu ada bus yang siap mengantarkanmu kembali ke rumah.

Cobalah lihat ke kanan dan kirimu. Kamu akan menemukan tanda untuk memutar balik.

Dear temanku dan temanku,

Orang jahat akan selalu ada di sekitarmu. Kamu tak akan bisa menghindarinya. Kamu hanya bisa memaafkan mereka dan berusaha untuk tidak menjadi seperti mereka.

Sama halnya dengan jalan yang selalu berkerikil. Kamu tak akan bisa menghilangkannya. Kamu hanya harus berusaha untuk menghindarinya agar tidak terinjak. Atau menendangnya. Kamu tentu cukup kuat untuk melakukan itu, bukan?

Lihat baik-baik ukuran kerikil itu! Bahkan lebih kecil dari kepalan tanganmu. Bahkan tidak ada satu persepuluh dari berat badanmu.

Dear temanku dan temanku,

Benar. Hidup itu kompleks. Bahkan lebih rumit dari soal matematika yang diberikan saat ujian nasional. Tapi terkadang, persoalan yang kompleks memiliki rumus yang sangat sederhana untuk memecahkannya. Rumus yang tidak bisa diterapkan dalam ilmu matematika, tapi bisa diterapkan untuk hidupmu yang jauh lebih rumit.

Ikhlas.

Jadi, temanku… seperti kata The Beatles:

"Speaking words of wisdom, let it be… let it be…."